Candi Ngempon di Kabupaten Semarang


Sumber Gambar: kabsemarang.tourism.com
Oleh: Wahyu Nirmala Dewi

Candi Ngempon atau Candi Muncul merupakan candi bercorak Hindu yang terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi Ngempon atau Candi Muncul merupakan candi peninggalan dari Wangsa Sanjaya yang didirikan pada abad ke-8. Candi Ngempon terletak di tepi sungai yang berada dekat dengan pertemuan sumber air panas dan dingin. Candi Ngempon terletak di lembah areal persawahan yang dikelilingi pagar untuk melindungi serta membatasi daerah candi.

Pada akhir tahun 1951, dilaporkan bahwa terdapat penemuan batu-batu candi dan sebuah arca di daerah Ngempon. Setelah adanya laporan tersebut, staf Kantor Cabang LPPN Prambanan melakukan peninjauan dan dilakukan penelitian oleh LPPN di Situs Ngempon.
Situs Ngempon terdiri dari sembilan candi. Empat candi sudah direkontruksi dan lima candi lainnya masih berupa runtuhan batu disusun bertumpuk. Candi Ngempon ini dibuat dari bahan batu. Pada bagian tubuh candi terdapat sebuah relung. Selain itu, ditemukan pula lingga dan yoni di lahan candi.

Berdasarkan gaya arsitektur, Candi Ngempon merupakan candi bercorak Hindu Syiwa yang digunakan untuk pemujaan. Di Candi Ngempon juga ditemukan beberapa patung yang bernuansa Hindu, di antaranya yaitu Dewi Durga, Ganesha, Kinara Kinari, Nandi, dan sebagainya. Patung-patung penemuan tersebut disimpan di Museum Ronggowarsito di Semarang.

Pada halaman pertama terdapat bagian candi induk Candi Ngempon yang memiliki denah berbentuk bujur sangkar dengan ukuran panjang 3,85 meter serta tinggi 4,86 meter. Kemudian pada candi induk ini juga terdapat tiga relung kosong berbentuk empat persegi panjang dan dilengkapi dengan bingkai relung berhias. Selain Candi Induk, terdapat juga Candi Perwara A, Candi Perwara B, Candi Perwara C, Reruntuhan A dan Reruntuhan B. Kemudian pada halaman kedua, yaitu terletak diluar pagar batu dan terdiri dari tiga konsentrasi batu. Pada halaman kedua ini terdapat Reruntuhan C, Reruntuhan D, dan reruntuhan E.

Bentuk ornamen relief yang terukir pada Candi Ngempon di antaranya yaitu ornamen geometris dan ornamen motif organis. Ornamen motif organis antara lain yaitu jenis ornamen motif tumbuhan dan hewan, seperti ikal-sitran, padma, kertas tempel, antefik, kerang, sapi, gajah, dan burung merak. Ornamen tersebut memiliki fungsi sebagai perlambangan bentuk umum Gunung Mahameru yang lestari dan subur. Motif hias tersebut memiliki maksud menghiasi kaki candi, dinding candi, pelipit serta kepala candi, agar tercapainya fungsi candi Hindu sebagai manifestasi kosmologi dari Gunung Mahameru sebagai tempat bersemayamnya para dewa agar manusia mencapai moksa yang berarti terlepas dari reinkarnasi dan sifat keduniawian dengan beribadah kepada Sang Dewa Syiwa.


Daftar Rujukan:
  • Edi Sedyawati, dkk. (2013). Candi Indonesia Seri Jawa. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, direktorat Jenderal Kebudayan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Erwan Sigit K. 2016. Bentuk Dan Fungsi Ornamen Relief Candi \
  • Ngempon Di Kabupaten Semarang. Skripsi. Fakultas Bahasa Dan Seni. Jurusan Seni Rupa. Universitas Negeri Semarang: Semarang.
  • Duroh Farhatin, dkk. 2016. Pemanfaatan Situs Candi Ngempon Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di MA Darul Ma’arif Pringapus. Indonesian Journal Of History Education. Vol 4(2). Hal 21-27
  • Yuliati, D. 2019. Pelestarian Candi Ngempon Dan Pemanfaatannua Untuk Atraksi Pariwisata. ANUVA. Vol 3(3). Hal 223-231
  • http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/…/PO201410…/candi-ngempon
  • https://candi.perpusnas.go.id/…/deskripsi-jawa_tengah-candi…
Salam Sigarda✌️Indonesia🇲🇨
#KENALI
#CINTAI
#Bersama
#SINAU_CAGAR_BUDAYA

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama