Candi Ngempon dan Petirtaan Derekan di Semarang

Candi Ngempon | sumber: goodnewsfromindonesia.id
Oleh Nesti (SMAN 14 Semarang)
Karya ini diikutkan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Cagar Budaya Tahun 2014 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan penyesuaian editor website ini

Candi Ngempon atau disebut juga Candi Muncul adalah salah satu dari candi Hindu yang berada di wilayah Kabupaten Semarang. Candi Ngempon terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Masa pendirian Candi Ngempon sebenarnya belum diketahui secara pasti karena belum ditemukan data tertulis yang menyinggung keberadaannya. Berdasarkan gaya arsitekturnya pada bagian kaki candi yang terdiri atas pelipit sisi genta dan lurus, dapat diperkirakan bahwa candi ini sezaman dengan Candi Gedong Songo yang dibangun pada abad ke XII – XIII Masehi. 

Di area sekitar candi dahulu diyakini merupakan pusat pelatihan para brahmana untuk dididik sebagai empu, baik di bidang olah kanuragan, sastra budaya maupun kerohanian. Oleh karena itu, situs tersebut dikenal dengan nama Ngempon, yang berasal dari kata empu. Nama Ngempon saat ini dijadikan nama desa atau kelurahan di Kabupaten Semarang.

Candi Ngempon ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1951 oleh petani yang bernama Muhali dan Kasri di lahan sawah milik kakeknya. Penemuan pertama berupa bongkahan batu andesit polos yang kemudian rencananya batu – batu tersebut akan dijadikan pondasi pembuatan masjid. Ketika penggalian dilakukan dengan gencar sampai sedalam 0,5 meter, ditemukan arca. Pak Kasri kemudian melaporkan temuan tersebut ke pemerintah setempat. Lahan–lahan hasil penemuan akhirnya dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Semarang untuk pelestarian temuan tersebut. 

Pada tahun 1952, Dinas Purbakala (BP3) Jawa Tengah mulai melakukan penggalian karena pada saat itu batu–batu candi dalam keadaan berantakan akibat terkena longsor. Candi tersebut disusun kembali dan mendapatkan susunan Candi induk. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah menyusun kembali sebuah candi yang ukurannya lebih kecil dari yang pertama pada tahun 2006.

Candi Ngempon sebenarnya terdiri atas enam candi. Rekonstruksi candi baru empat bangunan, sedangkan dua struktur lainnya belum direkonstruksi karena material penyusun candi yang asli belum ditemukan. Susunan Candi Ngempon terdiri atas satu candi induk dan lima candi perwara yang letaknya saling berhadapan. Candi induk menghadap ke arah timur, sedangkan ketiga candi perwara lainnya menghadap ke arah barat dan dua lainnya di kanan-kiri candi induk. 

Selain Candi Ngempon, di desa tetangga -Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang ditemukan struktur petirtaan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pada 21 Juli 2008. Lokasinya berada di tepi Sungai Banjaran, sekitar 200 meter dari Candi Ngempon. Petirtaan memiliki panjang 5,9 meter, lebar 5,1 meter dan kedalaman 1,5 meter. Pada dinding selatan petirtaan terdapat rongga khusus yang diperkirakan untuk meletakkan sesajian atau penerangan. Diduga kuat, petirtaan tersebut merupakan lokasi untuk bersuci sebelum memasuki kompleks candi. 
Petirtaan Derekan | sumber: rosoeco.com
BPCB Jawa Tengah dalam ekskavasi pada petirtaan tersebut juga menemukan 10 batu yang diduga merupakan bagian dari sebuah candi. Terdapat pula potongan arca setinggi 40 cm di luar petirtaan, di sisi selatan. Temuan lainnya adalah arca Dewa Durga di bagian dalam petirtaan serta sepasang arca Ganesa mengapit tangga batu menuju dalam petirtaan. Temuan arca lepas lainnya adalah arca Siwa dan Kinari. Temuan arca dari Candi Ngempon dan Petirtaan Desa Derekan saat ini disimpan di Museum Ronggowarsito. Terdapat keunikan pada temuan arca tersebut yaitu arca Durga bertangan delapan yang digambarkan duduk menaiki kerbau (Durga Mahisasuramardini) dalam pose duduk maharajalila.

Referensi
  • http://kebudayaanindonesia.net/id/culture/1573/cagar-budaya. Diunduh 2 Maret 2014
  • http://www.yacob-ivan.com/2011/12/candi-ngempon-dan-petirtaan-derekan.html. Diunduh 2 Maret 2014
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Ngempon. Diunduh 2 Maret 2014
  • http://tarabuwana.blogspot.com/2011/12/candi-ngempon.html. Diunduh 2 Maret 2014
  • http://bambangpriantono.wordpress.com/2012/09/08/candi-ngempon-petirtaan-derekan-pesona-semarang-yang-lain. Diunduh 2 Maret 2014
  • http://ardiyantaa.blogspot.com/2013/03/candi-ngempon-di-tengah-sawah-dan.html. Diunduh 2 Maret 2014.
Wawancara :
  • Ibu Muza (pemilik warung di Lokasi Petirtaan Derekan)
  • Bapak Sabarno (penjaga Petirtaan Derekan)
  • Bapak Khumaidi Yaidun, Ibu Laila dan Ibu Atika (petugas Museum Ronggowarsito) 

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama